Dublin Core
Title
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD BALARAJA KABUPATEN TANGERANG
Creator
Siva Fauziah, Dede Komarudin
Publisher
Institut Sains Teknologi Al Kamal Jakarta
Date
2023
Format
Pdf
Language
Bahasa Indonesia
Coverage
Tuberkulosis, evaluasi ketepatan obat, obat anti tuberkulosis.
Abstract
Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang mudah menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Dengan meningkatnya kejadian TBC pada dewasa, maka jumlah anak yang terinfeksi TBC akan meningkat dan jumlah anak
dengan penyakit TBC juga meningkat. Diagnosis TB pada anak sulit dilakukan sehingga menimbulkan terjadinya over diagnosis dan over treatment dalam penanganan TB anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien tuberkulosis dan mengetahui ketepatan pengobatan obat tuberkulosis untuk anak meliputi tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan lama pengobatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif dengan pengambilan data dari catatan rekam medik secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Total sampel yang diperoleh yaitu 52 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data - data yang diperoleh kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan buku Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2016. Hasil penelitian dari 52 sampel menunjukkan bahwa kesesuaian pengobatan paru anak di instalasi rawat jalan RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang berdasarkan ketepatan diagnosis sebanyak 52 pasien (100%), ketepatan obat pada fase intensif sebanyak 52 pasien (100%) sedangkan pada fase lanjutan sebanyak 50 pasien (100%), ketepatan dosis sebanyak 84,62% dan frekuensi lama pemberian OAT secara keseluruhan pasien menunjukkan ketepatan terapi 100%. Kesimpulan penggunaan tuberkulosis anak meliputi tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan frekuensi lama pemberian OAT sudah sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis
Tahun 2016.
dengan penyakit TBC juga meningkat. Diagnosis TB pada anak sulit dilakukan sehingga menimbulkan terjadinya over diagnosis dan over treatment dalam penanganan TB anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien tuberkulosis dan mengetahui ketepatan pengobatan obat tuberkulosis untuk anak meliputi tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan lama pengobatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif dengan pengambilan data dari catatan rekam medik secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Total sampel yang diperoleh yaitu 52 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data - data yang diperoleh kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan buku Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2016. Hasil penelitian dari 52 sampel menunjukkan bahwa kesesuaian pengobatan paru anak di instalasi rawat jalan RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang berdasarkan ketepatan diagnosis sebanyak 52 pasien (100%), ketepatan obat pada fase intensif sebanyak 52 pasien (100%) sedangkan pada fase lanjutan sebanyak 50 pasien (100%), ketepatan dosis sebanyak 84,62% dan frekuensi lama pemberian OAT secara keseluruhan pasien menunjukkan ketepatan terapi 100%. Kesimpulan penggunaan tuberkulosis anak meliputi tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan frekuensi lama pemberian OAT sudah sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis
Tahun 2016.
