<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/">
<rdf:Description rdf:about="https://repository.ista.ac.id/items/show/6">
    <dcterms:title><![CDATA[UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU <br />
(Piper betle Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN FORMULASI DEODORAN ANTIPERSPIRAN SPRAY” ]]></dcterms:title>
    <dcterms:subject><![CDATA[Daun sirih (Piper betle Linn), antibakteri, Staphylococcus aureus, Deodoran Spray]]></dcterms:subject>
    <dcterms:abstract><![CDATA[Daun sirih (Piper betle Linn) merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh  merambat atau bersandar pada pohon lain dan termasuk pada familia piperaceae Sebagian besar efek antibakteri daun sirih adalah karena daun sirih mengandung 4,2 % minyak atsiri yang komponen utamanya terdiri dari bethel dan turunannya banyak dikenal memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri staphylococcus aureus salah satu penyebab bau badan dengan mengukur zona hambat ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri staphylococcus aureus. Ekstrak daun sirih hijau di dapat dengan cara metode maserasi. Hasil  skrining fitokimia ekstrak daun sirih memiliki alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid atau terpenoid. . Dari pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran didapatkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 14,0 mm (0,5%), 15,23 mm (2%), 18 mm (4%), 20,6 mm (6%), 22,73 mm (8%), 25,73 mm(10%) yang dapat di kategorikan sebagai zona hambat kategori sangan kuat. Gentamisin sulfat sebagai kontrol positif memiliki zona daya hambat bakteri 23,03 mm yaitu zona daya hambat dengan kategori sangat kuat. ]]></dcterms:abstract>
    <dcterms:creator><![CDATA[Yulis Adriana]]></dcterms:creator>
    <dcterms:publisher><![CDATA[Institut Sains dan Teknologi Al Kamal]]></dcterms:publisher>
    <dcterms:date><![CDATA[Agustus 2023]]></dcterms:date>
    <dcterms:format><![CDATA[PDF]]></dcterms:format>
    <dcterms:language><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></dcterms:language>
</rdf:Description><rdf:Description rdf:about="https://repository.ista.ac.id/items/show/4">
    <dcterms:title><![CDATA[IDENTIFIKASI PROFIL SENYAWA EKSTRAK ETANOL 70% DAN FRAKSI ETIL ASETAT DARI DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETER IR DAN GAS CHROMATOGRAPHY-MASS SPECTROMETRY]]></dcterms:title>
    <dcterms:abstract><![CDATA[Bagian dari srikaya memiliki potensial untuk bahan obat. Salah satu bagiannya adalah daun srikaya (Annona squamosa L.) karena mengandung beberapa senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid dimana salah satu dari senyawa tersebut memiliki fungsi sebagai antiinflamasi pada asam urat secara tradisional. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil senyawa kimia dari ekstrak etanol 70% dan fraksi etil asetat dari daun srikaya (Annona squamosa L.). Desain penelitian ini merupakan eksperimental. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan spektrofotometer IR dan GC-MS. Hasil spektrofotometer IR pada fraksi etil asetat terdapat gugus fungsi Eter (R-O-R), nitro aromatik(-C-O-C), β-diketon (O=O=OCH3), asam karboksilat (-COOH), alkuna (C≡H), ester (-COOR), alkana (C-H), alkohol (C-O). Hasil GC-MS dari ekstak etanol 70 % adalah hexadecanoic acid methyl ester (2,14%), hexadecanoic acid (8,15%), Phytol (8,49%), 4,5 dimetoxy-2-methyl-1- naphthyl (3,47%) dan Vitamin E (6,74). Hasil GC-MS dari fraksi etil asetat adalah Octadecatrienoic acid (6,48%), 9,12,- Octadecatrienoic acid (2,94%), Phytol (10,41%), 4,5,9,10-tetrahydropyrene (3,46%), dan phenol,2-(2,3-dihydro-5,6-dimetoxy-1- methyl-1h-indol-2-yl)-3-ehenyl-6-methoxy (3,46%).]]></dcterms:abstract>
    <dcterms:creator><![CDATA[Iin Hardiyati]]></dcterms:creator>
    <dcterms:publisher><![CDATA[Institut Sains Teknologi Al Kamal]]></dcterms:publisher>
    <dcterms:date><![CDATA[2023]]></dcterms:date>
    <dcterms:coverage><![CDATA[Daun srikaya (Annona squamosa L.), Spektrofotometer IR, GC-MS]]></dcterms:coverage>
</rdf:Description><rdf:Description rdf:about="https://repository.ista.ac.id/items/show/5">
    <dcterms:title><![CDATA[FORMULASI LILIN AROMATIK MINYAK ATSIRI DAUN MINT (Mentha piperita L.) DAN POTENSINYA SEBAGAI PENOLAK (Repellent) NYAMUK Aedes aegypti L.]]></dcterms:title>
    <dcterms:subject><![CDATA[Mentha piperita L., lilin aromatik, minyak atsiri, Aedes aegypti, anti nyamuk]]></dcterms:subject>
    <dcterms:abstract><![CDATA[Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis hewan yang banyak berperan sebagai vektor penyakit khususnya DBD. Cara mengusir nyamuk banyak yang menggunakan zat kimia berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan, sehingga diperlukan adanya alternatif sediaan lain yang berguna untuk mengusir nyamuk Aedes aegypti yang lebih aman untuk digunakan. Salah satu minyak atsiri yang berasal dari tanaman Mint (Mentha piperita L.) dapat digunakan sebagai reppelent dan untuk memudahkan pemakaian dibuatlah dalam bentuk sediaan lilin aromatik minyak atsiri daun Mint yang berpotensi sebagai anti nyamuk. Penyulingan minyak atsiri dilakukan dengan metode destilasi uap. Pembuatan lilin berbasis campuran paraffin wax dan asam stearat yang diperkaya dengan minyak atsiri dalam 5 formula, yaitu F1 (kontrol), F2 (fiktatif), F3 (1% minyak atsiri), F4 (2% minyak atsiri), F5 (3% minyak atsiri). Uji daya tolak nyamuk dilakukan dengan menempatkan 20 ekor nyamuk dalam barel yang berukuran 40x40x40 cm, didalamnya diberi nyala lilin aromatik selama 3 jam. Parameter yang diamati adalah jumlah hinggapan nyamuk setiap jam, dan efek daya tolak lilin terhadap hinggapan nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen daya tolak nyamuk tertinggi terjadi pada formulasi F5 (3% minyak atsiri) yaitu sebesar 70% pada jam ke-1. Sedangkan persentasi terendah terjadi pada formulasi F1 (kontrol) sebesar 0% pada jam ke-1.]]></dcterms:abstract>
    <dcterms:creator><![CDATA[Yulis Adriana]]></dcterms:creator>
    <dcterms:publisher><![CDATA[Institut Sains dan Teknologi Al Kamal Jakarta]]></dcterms:publisher>
    <dcterms:date><![CDATA[Agustus 2023]]></dcterms:date>
    <dcterms:format><![CDATA[PDF]]></dcterms:format>
    <dcterms:language><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></dcterms:language>
</rdf:Description><rdf:Description rdf:about="https://repository.ista.ac.id/items/show/3">
    <dcterms:title><![CDATA[FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96 % DAUN BELIMBING WULUH ( Averrhoa bilimbi L ) SEBAGAI KRIM TABIR SURYA]]></dcterms:title>
    <dcterms:abstract><![CDATA[Paparan sinar UV yang berlebihan juga dapat menimbulkan beberapa masalah lain seperti munculnya sunburn, pigmentasi, dan penuaan dini kulit. Secara alami, kulit akan menyintesis melanin ketika terpapar sinar UV. Sehingga diperlukan sediaan yang berfungsi sebagai pelindung kulit yang dikenal dengan tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan krim tabir surya ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan penentuan SPF secara in vitro. Metode ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol. Formula krim dibuat dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 5% (F1), 10% (F2) dan 15% (F3). Sediaan krim dievaluasi berdasarkan pengamatan organoleptik (bentuk, warna, bau), homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas serta diukur efektivitas tabir surya dari sediaan berdasarkan nilai SPF (Sun Protection Factor) secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV serta serta uji stabilitas fisik sediaan yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas dan uji viskositas. Hasil evaluasi krim memenuhi persyaratan meliputi pengamatan organoleptik (bentuk, warna, bau), ketiga krim homogenitas, rentang pH krim 3,5-8 , daya sebar berada diantara 5-7 cm , dan viskositasnya pada rentang 2500-50000 cps. Diperoleh hasil SPF ke 3 Formula krim F1 dengan nilai SPF 2,6 memberi efek proteksi minimal, F2 dengan nilai SPF 5,3 memiliki efek proteksi sedang, serta F3 dengan nilai SPF 6,7 memberi efek proteksi ekstra.]]></dcterms:abstract>
    <dcterms:creator><![CDATA[Dewi Rahma Fitri, In Rahmi Fatria Fajar, Muhammad Sadikin, Febri<br />
Hidayat]]></dcterms:creator>
    <dcterms:publisher><![CDATA[Institut Sains Teknologi Al Kamal Jakarta]]></dcterms:publisher>
    <dcterms:date><![CDATA[2023]]></dcterms:date>
    <dcterms:format><![CDATA[PDF]]></dcterms:format>
    <dcterms:language><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></dcterms:language>
    <dcterms:coverage><![CDATA[Daun belimbing wuluh, in vitro, SPF, krim.]]></dcterms:coverage>
</rdf:Description><rdf:Description rdf:about="https://repository.ista.ac.id/items/show/2">
    <dcterms:title><![CDATA[EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD BALARAJA KABUPATEN TANGERANG]]></dcterms:title>
    <dcterms:abstract><![CDATA[Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang mudah menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Dengan meningkatnya kejadian TBC pada dewasa, maka jumlah anak yang terinfeksi TBC akan meningkat dan jumlah anak<br />
dengan penyakit TBC juga meningkat. Diagnosis TB pada anak sulit dilakukan sehingga menimbulkan terjadinya over diagnosis dan over treatment dalam penanganan TB anak.<br />
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien tuberkulosis dan mengetahui ketepatan pengobatan obat tuberkulosis untuk anak meliputi tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan lama pengobatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif dengan pengambilan data dari catatan rekam medik secara retrospektif. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Total sampel yang diperoleh yaitu 52 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data - data yang diperoleh kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan buku Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2016. Hasil penelitian dari 52 sampel menunjukkan bahwa kesesuaian pengobatan paru anak di instalasi rawat jalan RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang berdasarkan ketepatan diagnosis sebanyak 52 pasien (100%), ketepatan obat pada fase intensif sebanyak 52 pasien (100%) sedangkan pada fase lanjutan sebanyak 50 pasien (100%), ketepatan dosis sebanyak 84,62% dan frekuensi lama pemberian OAT secara keseluruhan pasien menunjukkan ketepatan terapi 100%. Kesimpulan penggunaan tuberkulosis anak meliputi tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis dan frekuensi lama pemberian OAT sudah sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis<br />
Tahun 2016.]]></dcterms:abstract>
    <dcterms:creator><![CDATA[Siva Fauziah, Dede Komarudin]]></dcterms:creator>
    <dcterms:publisher><![CDATA[Institut Sains Teknologi Al Kamal Jakarta]]></dcterms:publisher>
    <dcterms:date><![CDATA[2023]]></dcterms:date>
    <dcterms:format><![CDATA[Pdf]]></dcterms:format>
    <dcterms:language><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></dcterms:language>
    <dcterms:coverage><![CDATA[Tuberkulosis, evaluasi ketepatan obat, obat anti tuberkulosis.]]></dcterms:coverage>
</rdf:Description></rdf:RDF>
